Tipe Data dalam Pascal (Bagian 2)




Setelah sebelumnya membahas tentang Tipe Data Scalar-Standar di artikel Tipe Data dalam Pascal (Bagian 1), kali ini saya akan sedikit menyinggung tentang Structured Data Types (Tipe Data Terstruktur).
Menurut IBM dalam situs-nya,“A structured data type is a user-defined data type with elements that are not atomic; rather, they are divisible and can be used either separately or as a single unit, as appropriate.
Artinya, Tipe Data Terstruktur adalah tipe data yang dapat digunakan untuk menampung banyak data (terdiri dari banyak variabel), yang isinya ditentukan sendiri oleh pembuatnya.
“Di dalam logika, tipe terstruktur dapat dilogikakan sebagai bungkusan dari satu kotak(variabel) atau lebih, atau bahkan di dalamnya juga mengandung bungkusan lagi.” (Rosa A.S, 2010 : 31)

Beberapa contoh Tipe Data Terstruktur :

  • Array
  • Record/Struct
  • List
  • Stack

Saya tidak akan membahas satu per satu secara mendetail kali ini, namun untuk memperjelas konsep dari Tipe Data Terstruktur, saya akan memberikan beberapa contoh.

Misalnya, kita ingin membuat sebuah Tipe Data Waktu, yang terdiri dari jam, menit, dan detik. Secara logika, Jenis/Tipe Data Waktu terdiri dari variable jam, menit, dan detik, dan Tipe Data Waktu ini diibaratkan sebagai pembungkus dari ketiga variable tadi.

Type
            Waktu = Record
                        Jam : Integer;
                        Menit : Integer;
                        Detik  : Integer;
            End;

{Tipe Data Waktu membungkus tiga variable, jam, menit, detik, yang bertipe data Integer}

Dalam pemakaiannya, kita dapat gunakan seperti berikut:

(*Kita deklarasikan Type Data Terstruktur (Bentukan) waktu, seperti yang telah dicontohkan di atas *)
…
Var
            Time : Waktu;
Begin
            Time.Jam := 10;

{Assign nilai 10 ke variable Jam dalam bungkusan Time, bungkusan Time bertipe data waktu. Dan tipe data Waktu sudah kita deklarasikan di awal}
        
            Time.Menit := 56;
            Time.Detik  := 12;
End.

Apabila kita menuliskan perintah Writeln; untuk masing-masing variable, maka nilai yang kita assign akan tertulis di layar.
Misal, kita gunakan :

Writeln(Time.Menit);

Maka di layar akan muncul :

56; {Tanpa titik-koma}

Atau, apabila kita tuliskan perintah :

Writeln(Time.Detik);

Yang akan tertulis di layar adalah :

12; {Tanpa titik-koma}

Mengapa perlu digunakan Tipe Data Terstruktur?

Ada berberapa keuntungan dari penggunaan Tipe Data Terstruktur dalam sebuah program. Yang pertama adalah, kita dapat mengelompokkan beragam tipe data built-in ke dalam sebuah struktur yang akan memudahkan kita dalam mengakses dan menginput suatu nilai ke dalamnya. Selain itu, kita dapat meningkatkan efisiensi penggunaan memori pada saat program sedang bekerja. Penggunaan struktur data yang tepat pada program dapat membuat program lebih efisien dan sederhana.

Satu lagi contoh penggunaan Tipe Data Terstruktur, misalnya. Kita ingin membuat sebuah data yang berkaitan dengan Mahasiswa. Mahasiswa sendiri mempunyai beberapa data lainnya yang harus disimpan, misalnya nama, NIM, dan Indeks Prestasi(IP). Agar mudah dalam mengelompokkan data, dan pada akhirnya akan membuat akses data menjadi lebih efisien dan mudah, maka kita dapat membuat sebuah record, atau bungkusan bernama Mahasiswa, yang terdiri dari variable Nama, NIM, dan IP yang masing-masing memiliki tipe data tersendiri. Apabila kita coba untuk mendeklarasikannya, maka akan menjadi seperti berikut:

Type
            Mahasiswa = Record
                        Nama  : String;
                        NIM   : String;
                        IP    : Real;
           End;

{Tipe Data untuk NIM di sini diasumsikan bertipe String (Untaian Karakter)}

Dengan membuat Tipe Data Bentukan seperti di atas, maka kita dapat dengan mudah mengakses data yang kita inginkan. Kira-kira itu saja yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, Terimakasih.

Asiknya SMA




Banyak banget hal yang membuat gue jatuh cinta sama sekolah. Terutama temen-temen, iya.. temen-temen, gue ga akan betah tanpa mereka.
Ngomongin masa-masa SMA memang ga akan ada abisnya. Di SMA, gue ketemu banyak banget orang, dan gue berteman sama banyak orang. Tapi layaknya manusia biasa, cuma beberapa orang yang membuat gue nyaman waktu ngobrol dan kumpul bareng sama mereka.



Temen-temen gue sangat berpengaruh dalam kehidupan gue. Ada yang bikin gue semangat sekolah, karena gue ga mau kalah dari mereka. Ada yang bikin gue semangat buat berwirausaha.. walaupun ujungnya, ehm, belum berhasil. Ada yang bikin gue ketawa terus, tanpa henti, sampe sekarang. Sangat beragam jenisnya. Siapa aja mereka?

1. Fadli Ramdani

Ini salah satu role model gue, sampe sekarang.
Pertama kali gue ketemu dia, gue tidak menemukan pandangan selain 'Ini orang pasti bakal jadi penguasa di sekolah, apakah gue akan ditindas?'. Dia punya wajah yang sangat sangar (waktu itu), dan bergaya ala preman, cuma dia ga botak dan berkumis lebat. Gue selalu menjaga ucapan gue ketika didekatnya. Tapi istilah "Don't Judge the Book by Its Cover" berlaku. Gue salah sangka, temen gue yang satu ini punya etos belajar yang baik, terutama di pelajaran memuakkan seperti matematika. Dia bahkan ikut olimpiade, dan di semester pertama kuliah, dapet penghargaan langsung dari dekan fakultasnya karena prestasinya. #ProkProk
Orang ini punya ambisi yang luar biasa, karena gue ga mau kalah, gue jadi ikut-ikutan rajin belajar.
Dan sang preman kini jadi temen baik gue. Sampe sekarang gue masih sering banget ketemu dia, sekarang dia mengabdi di Asrama KP. Sungguh Mulia :)

2. Fachmi Amarullah

Manusia berbadan besar seperti patrick ini orangnya kocak. Dan badannya ga berwarna pink. Dia salah satu ahli kimia di sekolah, terkenal pada zamannya. Padahal seinget gue, dia ikut remedial bareng-bareng gue pas awal ujian kimia di sekolah. Bedanya, gue ga sepinter dia. Jadi saat dia sudah lolos dan justru mencintai kimia, gue tetap tersesat dan remedial lagi. Dia, layaknya orang-orang bijaksana sejenisnya, selalu menjadi tempat bertanya manusia-manusia yang hilang arah... karena kimia.
Fachmi ini pecinta musik, terutama musik metal. Belakangan ini dia insyaf dan handphonenya penuh dengan lantunan ayat suci. Terharu gue..
Tapi dia tetep gaul dan menjadi Drummer di salah satu band sekolah.

3. Rizky Fadillah

Gue ga tau mau ngomong apa, Rizky ini orang yang sangat baik. Rela menganggap hutang-hutang lunas dan sangat loyal. Huahaha. Dia temen sebangku gue, orangnya kalem, jadi kalau gue ngomong dia jarang motong pembicaraan dan selalu jadi pendengar yang setia. Dia juga sering jadi temen curhat gue, dan orangnya sangat asik. Sama seperti Fadli, first impression gue tentang orang ini juga sangat amat salah. Dari tampangnya, gue kira dia anak bandel.
Setelah perjumpaan gue dengan Fadli dan Rizky, gue menganggap orang yang tampangnya gahar adalah orang yang baik dan asik. Tapi waktu ketemu preman dan sok asik sama mereka, gue malah digampar.
Kalau gue lihat lagi sekarang, tidak ada tanda-tanda wajah sangar dari Rizki. Mungkin dia sudah jinak. Oh iya, dia penggemar Ronaldinho. (Terus?)

4. Bukhori Muslim

Dari namanya aja, kita semua harusnya udah tau sifat manusia yang satu ini seperti apa. Dia dianggap 'ustadz' di kelas. Orangnya memang sangat sholeh.  Kebetulan, dia tiga tahun bareng gue di kelas, dan beberapa lama jadi temen sebangku. Bukhor (sebutan orang-orang) atau Buchor, memang punya tingkah laku yang aneh yang sering banget jadi becandaan temen-temen di kelas. Dia pecinta bola dan punya fisik yang sangat kuat, boleh lah diadu sama hulk. Denger-denger sih, dia akan muncul di film The Avengers yang ke-tiga nanti. Coming Soon..

5. Farin Rizki

Farin ini berasal dari dunia lain, dunia yang sangat jauh dan tak tergapai oleh manusia. Dia berangkat ke sekolah saat orang lain masih terlelap, dan ga boleh pulang terlalu sore atau dia tidak akan kembali ke dunianya, Gobang, itulah nama tempatnya. Karena ada Internet di sekolah, pantangan untuk tidak pulang terlalu sore di sekolah pun sering dia langgar. Dia terus saja mendownload secara brutal setiap hari, dan terpaksa menginap di rumah makhluk sebangsanya yang dekat dengan sekolah. Dia adalah seniman di kelas. Karena bakatnya dalam seni sangat luar biasa, gue ajak dia buat berbisnis iklan di Internet (Lho?). sampe akhirnya kita gagal dan move on dengan membuat clothing line. Farin ini partner bisnis yang kece badai lah.

6. M. Afriza Adha

Awal perjumpaan gue sama Afriza adalah ketika kelas 11. Gue ga terlalu deket (waktu itu) sama dia, sampe akhirnya, ga tau kenapa dia jadi salah satu temen terbaik gue di SMA. Dia laki-laki yang ganteng, tapi jomblo. Sorry ya za, gue harus bilang ini, biar publik tau.
Gue ga tahu sekte apa yang dia anut, sehingga menyia-nyiakan sumberdaya (wajah) yang dia miliki. Dia orangnya asik dan kocak. Setelah kegagalan bisnis iklan gue sama farin, gue juga mengajak dia untuk bikin clothing line. Dalam darah afriza mengalir darah-darah artist, jadi dia jago ngegambar juga. Tugas akhir pelajaran Kesenian di SMA juga gue buat sama dia. Nih :




Bareng afriza, gue nyoba banyak hal termasuk bikin short film. Lebih mirip dengan video anak-anak SMA yang lagi stress sih. Tapi ga apa-apa, anggap aja pengalaman.
Afriza juga salah satu pendiri JCC (Jogging Cool Club). What the.. ? Oke, aneh emang namanya. Tapi nanti gue jelasin.

7. Adytia Gumelar

Adit, begitu sebutannya. Manusia paling ribut dan gokil di abad ini. Gue kenal dia dari SMP, bisa dibilang lebih dari setengah dekade gue mengenal wajahnya. Gue tidak bisa menggambarkan makhluk seperti apakah Adit ini. Sungguh, gue ga mampu.
Intinya, menjauhlah kalau lo ketemu orang ini, menjauhlah anak muda. Dia bisa menyerang lo dengan zat asam yang keluar dari keteknya. Dia adalah aktor utama di setiap short film yang kami buat. Kebayang kan seperti apa jadinya short film yang dibintangi oleh manusia dengan ketek yang beracun? Gue ga akan bagi link youtubenya, dan gue sarankan, jangan ditonton. (Tapi kalau lo maksa, pm gue aja. ehm).
Bersama Afriza, adit juga menjadi pendiri JCC dan sekaligus menjadi 'coach'-nya. Haha. Dia juga jago main basket. Belakangan ini gue menarik kesimpulan bahwa mungkin keterampilannya dalam bermain basket, ada hubungannya dengan serial anime Kuroko no Basuke yang dia tonton. Iya, dia (mungkin) melatih skillnya setiap hari dengan meniru adegan-adegan di anime itu. Makanya ga aneh, waktu main basket dia sering bergaya dan berbicara ala tokoh-tokoh di anime tersebut. "Hajimemashite, watashi wa Adit desu, douzo yoroshiku!",  (Bahasa Indonesia : Perkenalkan, saya adalah Adit. Senang berkenalan dengan Anda), begitu lah kira-kira apa yang dia katakan dengan semangat yang bergelora sambil men-shoot bola, (mungkin di kepala Adit, artinya akan menjadi : Rasakan Shoot Rajawali milik gue(Adit) ini!). Sering juga dia bilang "Itadakimasu!" sambil men-dribble bola, seakan-akan hendak menyantap bola basket bulat-bulat. Ajaib, ga ada nyambung-nyambungnya sama sekali memang. Mungkin sekarang lo akan bertanya-tanya, "Apa benar di dunia ini hidup manusia semacam itu?", Ya kali..
Oke, lupakan Adit, anggap aja Adit hanya ilusi.. ini saatnya gue ceritain JCC. JCC (Jogging Cool Club) ini muncul karena hobby kami buat jogging tiap hari minggu pagi mengelilingi kampus IPB. Bosan dengan hanya jogging, kami kemudian bermain basket secara terus menerus dan tanpa henti setiap selesai berjogging. Gue ngerasa gue sangat kuat waktu itu.. karena bareng mereka, gue berolahraga rutin hampir 5 jam sehari, setiap hari minggu. 
Dalam perjalanannya, JCC sudah banyak bertanding dadakan dengan tim-tim yang mereka jumpai di lapangan basket. Mereka pernah menang, secara sangat mengejutkan sebanyak satu kali. Mendapatkan hasil seri dengan beberapa tim dengan penuh keberuntungan, dan sudah selayaknya untuk kalah secara terus menerus, sampai kemudian mereka bubar karena tidak tahan dengan kekalahan beruntun yang mereka derita. Ehm, oke. Ga usah dilanjut cerita tentang JCC.

8. Diki Ismawan

Ini dia, makhluk yang rela berkorban buat perusahaan. CFO (Chief Financial Officer)-nya Paper Pepper... gue, Afriza, dan Farin menganugerahkan gelar itu, demi kepentingan bersama. Biar dia terus mengalirkan uang ke 'perusahaan' kami. Huahaha.
Tapi diki ini orangnya emang baik, gue ga tega ceritain kocaknya dia. Kenapa gue sangat bersimpati? karena orang-orang banyak yang nge-bully diki demi mendapatkan kesenangan. Sungguh kasihan. Tapi sekarang, gue liat dia upload foto-foto di Instagram dan Fb. Dia udah dapet banyak temen ternyata.. :D Alhamdulillah.
Gue sangat inget kalau dia terpaksa jadi first-buyer di clothing line gue dan kawan-kawan. Waktu itu gue menawarkan ke diki, dan ajaibnya dia mau aja beli, dengan syarat design dia yang atur. Oke, enak sekali pemirsa. Setelah sepakat dengan harga baju tersebut,  gue, Afriza, dan Farin kebingungan karena bener-bener ga tau gimana caranya bikin baju. Bego banget kan gue, nawarin barang yang ga bisa gue bikin/dapetin. 
Tapi setelah bersusah payah, terwujudlah baju pertama Paper Pepper, selesai sudah baju sakti pesanan Diki yang sangat-lama jadinya itu. Tapi dia cukup puas, katanya. Wow, bersejarah sekali. Dari situ akhirnya kami sedikit demi sedikit menyusun singgasana Paper Pepper, walaupun akhirnya... kembali belum berhasil. Karena kita terpaksa harus berpisah untuk menggapai impian masing-masing.

Nah, itu dia beberapa orang yang sangat deket sama gue di SMA. Sebenernya temen gue bukan cuma mereka, terlalu banyak orang baik yang gue kenal dan terlalu banyak buat diceritain di sini #tsah.
Karena mereka, gue ngerasain perasaan yang gue sebut 'Asiknya SMA'.
Ada yang punya temen baik juga di SMA? yok monggo dishare di kolom komentar.
Cukup sekian postingan kali ini, Terimakasih!

Note : Cerita tentang Adit berbicara bahasa jepang, adalah Rekayasa.

Jangan Kuliah!


Di malam ini, gue yakin anak-anak SMA yang daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) lagi ada dipuncak kegalauannya. Kenapa? Karena besok adalah salah satu hari yang (gue jamin) bakal lo inget seumur hidup. Saran gue sih, berdoa aja, mudah-mudahan itu rezeki lo. Dan buat yang belum keterima, lo bisa berjuang lagi di SBMPTN. Selamat berjuang, anak muda! #Hormat
Tiba-tiba gue jadi pengen ngomongin kuliah. Pandangan setiap orang tentang kuliah pasti beragam. Siapa sih diantara kita yang ga mau kuliah? Pasti ada aja. Gue ga mau menyalahkan pilihan itu, karena setiap orang punya kehendak buat nentuin arah hidupnya. Orang yang memutuskan buat berkuliah punya alasan masing-masing. Ada yang mau cari cewek, ada yang mau cari hiburan, ada yang mau cari temen, ada yang cuma iseng, ada yang nyari temen-iseng, temen-hiburan, cewek-iseng, cewek-hiburan, dan ga jarang bahkan ada yang bener-bener berniat buat cari ilmu… #ProkProk. Tapi sekalian cari cewek, iseng, dan hiburan juga.
Orang yang memutuskan buat ga kuliah juga punya alasan tersendiri. Mulai dari alasan seperti ‘Nanti lulus kuliah juga nyari-nyari kerja juga, sama aja’ sampai ke alasan-alasan yang lainnya. Beberapa bakal gue dukung di post “Jangan Kuliah!” ini.  #HA
Itu semua bergantung kepada sang empunya alasan. Dan banyak banget situasi yang mempengaruhi keputusan lo buat ga kuliah. Setelah melakukan riset, gue dapetin beberapa situasi yang membuat lo jadi ga mau kuliah. Kira-kira apa aja sih situasi-situasi yang membuat orang ga mau kuliah?

1. Ga mau kuliah

Ini situasi dimana seseorang bener-bener ga mau kuliah. Wow, informatif sekali, kawan.
Bombastis.
Oke, Biasanya orang yang ada dalam situasi ‘Ga mau kuliah’ ini, bakal susah buat dirayu. Dia tau kalau kuliah bakal bermanfaat buat dia, tapi hatinya sudah sangat mantap dengan keputusannya. Bahkan sampai kepala desa menyelenggarakan sayembara ‘Bujuk dia kuliah’ pun, dia tetap ga bergeming. Jadi, buat para orangtua, tetangga, supir, tukang kebun dan teman-teman yang mencoba membujuknya untuk berkuliah, bersabarlah. Orang ini seratus persen gue dukung. Sumpah, beneran, jangan kuliah!
Jangan kuliah kalau lo ga mau kuliah. Karena sesuatu yang lo paksakan, ga baik juga.

2. Ga suka jurusan

Lo udah niat mau kuliah, tapi keterima di jurusan yang sama sekali ga lo ketahui. Apalagi yang ga lo senangi. Misal lo keterima di jurusan Teknik Pengendalian Ketombe, padahal lo ga seneng di situ. Ini sering terjadi, saudara-saudara. Ini sering terjadi. Di SNMPTN, banyak banget orang yang kelempar ke sana-ke mari, terombang-ambing, hilang arah, dan membutuhkan jabatan tangan kita. Karena diterima di jurusan yang ga dia senangi. Salah sendiri sih, saat kita dikasih kesempatan yang enak, harusnya kita pilih dengan bijak. Pilih jurusan yang lo sukai, begitupun untuk pilihan ke-dua dan ke-tiga. Jadi mau diterima di pilihan ke berapa pun, lo tetep menikmati kuliah. Terus gimana kalau udah terlanjur? Saran gue sih, Jangan Kuliah!
Jangan kuliah di tempat yang ga lo sukai, pernah denger kalimat semacam ‘Apa yang lo suka, belum tentu baik, Apa yang lo ga suka, belom tentu ga baik buat lo’. Oke, terus kenapa banyak banget orang yang bela-belain pindah dari satu jurusan ke jurusan lain? Atau dari fakultas ke fakultas lain? bahkan ikut SBMPTN(lagi). Kuliah ini bukan cuma masalah ini baik atau ngga baik, tapi proses bagaimana lo menjalaninya #tsaah. Percuma kalau lo ga suka di situ, akhirnya jadi setengah-setengah. Kecuali lo orang yang mau menerima terus mencoba buat suka, kemudian menikmatinya. Tapi kalau kondisi belum membaik, segeralah melambaikan tangan, dan ikut SBMPTN (Sayembara Bersama Mantan Pergi ke Tempat Nongkrong).

3. Takut Sendirian

Saat lo diterima di perguruan tinggi, apalagi yang jauh dari tempat tinggal. Lo pasti bakal jauh dari orangtua. Di sana lo akan dibina oleh alam. Ditemani hewan-hewan liar. Dan seleksi alam akan berlangsung. Apakah lo akan selamat? Kita tunggu kelanjutannya.
Gue sempet ngalamin susahnya jauh dari orangtua, bahkan sampe sekarang, gue sangat kesusahan. Yang paling susah menurut gue adalah mengatur waktu, biasanya gue diingetin dan dipantau sama orangtua. Sekarang diingetin tapi ga terpantau. Liar lah gue…
Gue juga mengalami masalah dalam mengatur pengeluaran(uang). Gue masih inget ketika mau minta duit ke orangtua, gue harus push-up 100 seri dan mecahin batu pake gigi. Ya kali. Intinya, dulu pengeluaran gue masih sedikit diatur sama orangtua, dan terkontrol dengan apik. Tapi sekarang, gue bebas, sampai terlalu gegabah membelanjakan uang. Astaghfirullah.
Kesusahan-kesusahan semacam itu membuat beberapa orang jadi enggan buat kuliah. Intinya sih, takut sendirian. Sampe lo bener-bener berniat buat ga takut sendirian, dan mau menerima resiko jauh dari orang tua, gue saranin, Jangan (dulu) kuliah!
Yang ada kalau lo tetep nekat pergi kuliah, 5-6 hari lo udah mulai stress sendiri karena ketakutan.

4. Ga Mau Susah

Hebat sekali orang semacam ini, bung. Belum merasakan seperti apa itu kuliah, dia udah tau kalau kuliah itu susah. :D Oke, orang dengan kondisi semacam ini, biasanya tau kalau ‘kuliah itu susah’ dari informasi yang dia dapatkan. Bisa lewat cerita orang-orang yang udah pernah merasakan kejamnya dunia perkuliahan, bisa juga lewat internet, atau bahkan informasi dari agen-agen rahasia yang dia sebar merata ke setiap kampus di seluruh Dunia. Iya, seluruh dunia. Demi mendapatkan informasi ‘Apakah kuliah susah’.
Saran gue, Jangan (dulu) Kuliah!
Hmm, ngga gitu juga sih. Saran gue, buat yang satu ini.. coba lo pikirin lagi deh, emang ga kuliah, hidup lo jadi ga susah ya?. He he. Oke, lanjut…

5. Mau Langsung Kerja

Banyak banget orang yang setelah lulus SMA/STM/SMK/sederajat pengen langsung kerja. Alasannya beragam. Ada yang pengen langsung ‘bahagiain orang tua’, pengen ‘ngasih gaji pertama ke orang tua, cepet-cepet’, sungguh mulia.
Gue ga menyalahkan keputusan lo buat langsung cari kerja, dan gue bakal setuju sekali, jangan kuliah!
Jangan kuliah kalau lo mau cepet-cepet kerja..
Anyway, sebenernya lo bisa kerja sambil kuliah sih, dan setelah lulus kesempatan dan peluang buat kerja juga jadi lebih besar. Ehm.

6. Pengen (langsung) Nikah

Wohoo. Siapa coba yang ga mau nikah? Gue rasa semua orang punya naluri yang sama, ingin dicintai dan mencintai #tsaah. Biasanya, situasi ‘pengen (langsung) nikah’ ini banyak diderita oleh kaum hawa. Iya, perempuan. Oke, fine. Kalau gitu, jangan kuliah!
Jangan kuliah (dulu) kalau lo pengen (langsung) nikah. Tapi kalau setelah nikah lo mau kuliah, monggo..


Nah, itulah beberapa situasi dan alasan yang membuat orang ga mau kuliah. Sesuai janji gue sebelumnya, gue dukung. :D
Tapi, alangkah bijaknya kalau kita memutuskan sesuatu secara beralasan. Menurut gue, dengan berkuliah, kita dapat membuka kesempatan-kesempatan baru yang ga bisa kita dapet kalau kita ga kuliah. Kesempatan seperti apa? Misalnya, relasi. Di tempat kuliah kita bakal ketemu sama banyak orang. Di sana kita bisa menjalin pertemanan sampai ke mitra kerja. Bukan berarti ga punya relasi kalau ga kuliah, lo tetep bisa dapet relasi kok.
Kesempatan yang lainnya adalah, kompetisi. Kita semua tahu, kompetisi yang sehat membuat kita menjadi semakin baik. Kita menjadi bersemangat untuk memperbaiki diri. Di perguruan tinggi, kita dilatih buat berkompetisi, juga memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Jadi, buat lo yang udah memutuskan buat ga kuliah. Itu sudah keputusanmu, kapten! Dan buat yang sudah yakin akan berkuliah. Udah sangat mantap, dan mau menerima semua resikonya… Welcome to the jungle! :D