Asiknya SMA




Banyak banget hal yang membuat gue jatuh cinta sama sekolah. Terutama temen-temen, iya.. temen-temen, gue ga akan betah tanpa mereka.
Ngomongin masa-masa SMA memang ga akan ada abisnya. Di SMA, gue ketemu banyak banget orang, dan gue berteman sama banyak orang. Tapi layaknya manusia biasa, cuma beberapa orang yang membuat gue nyaman waktu ngobrol dan kumpul bareng sama mereka.



Temen-temen gue sangat berpengaruh dalam kehidupan gue. Ada yang bikin gue semangat sekolah, karena gue ga mau kalah dari mereka. Ada yang bikin gue semangat buat berwirausaha.. walaupun ujungnya, ehm, belum berhasil. Ada yang bikin gue ketawa terus, tanpa henti, sampe sekarang. Sangat beragam jenisnya. Siapa aja mereka?

1. Fadli Ramdani

Ini salah satu role model gue, sampe sekarang.
Pertama kali gue ketemu dia, gue tidak menemukan pandangan selain 'Ini orang pasti bakal jadi penguasa di sekolah, apakah gue akan ditindas?'. Dia punya wajah yang sangat sangar (waktu itu), dan bergaya ala preman, cuma dia ga botak dan berkumis lebat. Gue selalu menjaga ucapan gue ketika didekatnya. Tapi istilah "Don't Judge the Book by Its Cover" berlaku. Gue salah sangka, temen gue yang satu ini punya etos belajar yang baik, terutama di pelajaran memuakkan seperti matematika. Dia bahkan ikut olimpiade, dan di semester pertama kuliah, dapet penghargaan langsung dari dekan fakultasnya karena prestasinya. #ProkProk
Orang ini punya ambisi yang luar biasa, karena gue ga mau kalah, gue jadi ikut-ikutan rajin belajar.
Dan sang preman kini jadi temen baik gue. Sampe sekarang gue masih sering banget ketemu dia, sekarang dia mengabdi di Asrama KP. Sungguh Mulia :)

2. Fachmi Amarullah

Manusia berbadan besar seperti patrick ini orangnya kocak. Dan badannya ga berwarna pink. Dia salah satu ahli kimia di sekolah, terkenal pada zamannya. Padahal seinget gue, dia ikut remedial bareng-bareng gue pas awal ujian kimia di sekolah. Bedanya, gue ga sepinter dia. Jadi saat dia sudah lolos dan justru mencintai kimia, gue tetap tersesat dan remedial lagi. Dia, layaknya orang-orang bijaksana sejenisnya, selalu menjadi tempat bertanya manusia-manusia yang hilang arah... karena kimia.
Fachmi ini pecinta musik, terutama musik metal. Belakangan ini dia insyaf dan handphonenya penuh dengan lantunan ayat suci. Terharu gue..
Tapi dia tetep gaul dan menjadi Drummer di salah satu band sekolah.

3. Rizky Fadillah

Gue ga tau mau ngomong apa, Rizky ini orang yang sangat baik. Rela menganggap hutang-hutang lunas dan sangat loyal. Huahaha. Dia temen sebangku gue, orangnya kalem, jadi kalau gue ngomong dia jarang motong pembicaraan dan selalu jadi pendengar yang setia. Dia juga sering jadi temen curhat gue, dan orangnya sangat asik. Sama seperti Fadli, first impression gue tentang orang ini juga sangat amat salah. Dari tampangnya, gue kira dia anak bandel.
Setelah perjumpaan gue dengan Fadli dan Rizky, gue menganggap orang yang tampangnya gahar adalah orang yang baik dan asik. Tapi waktu ketemu preman dan sok asik sama mereka, gue malah digampar.
Kalau gue lihat lagi sekarang, tidak ada tanda-tanda wajah sangar dari Rizki. Mungkin dia sudah jinak. Oh iya, dia penggemar Ronaldinho. (Terus?)

4. Bukhori Muslim

Dari namanya aja, kita semua harusnya udah tau sifat manusia yang satu ini seperti apa. Dia dianggap 'ustadz' di kelas. Orangnya memang sangat sholeh.  Kebetulan, dia tiga tahun bareng gue di kelas, dan beberapa lama jadi temen sebangku. Bukhor (sebutan orang-orang) atau Buchor, memang punya tingkah laku yang aneh yang sering banget jadi becandaan temen-temen di kelas. Dia pecinta bola dan punya fisik yang sangat kuat, boleh lah diadu sama hulk. Denger-denger sih, dia akan muncul di film The Avengers yang ke-tiga nanti. Coming Soon..

5. Farin Rizki

Farin ini berasal dari dunia lain, dunia yang sangat jauh dan tak tergapai oleh manusia. Dia berangkat ke sekolah saat orang lain masih terlelap, dan ga boleh pulang terlalu sore atau dia tidak akan kembali ke dunianya, Gobang, itulah nama tempatnya. Karena ada Internet di sekolah, pantangan untuk tidak pulang terlalu sore di sekolah pun sering dia langgar. Dia terus saja mendownload secara brutal setiap hari, dan terpaksa menginap di rumah makhluk sebangsanya yang dekat dengan sekolah. Dia adalah seniman di kelas. Karena bakatnya dalam seni sangat luar biasa, gue ajak dia buat berbisnis iklan di Internet (Lho?). sampe akhirnya kita gagal dan move on dengan membuat clothing line. Farin ini partner bisnis yang kece badai lah.

6. M. Afriza Adha

Awal perjumpaan gue sama Afriza adalah ketika kelas 11. Gue ga terlalu deket (waktu itu) sama dia, sampe akhirnya, ga tau kenapa dia jadi salah satu temen terbaik gue di SMA. Dia laki-laki yang ganteng, tapi jomblo. Sorry ya za, gue harus bilang ini, biar publik tau.
Gue ga tahu sekte apa yang dia anut, sehingga menyia-nyiakan sumberdaya (wajah) yang dia miliki. Dia orangnya asik dan kocak. Setelah kegagalan bisnis iklan gue sama farin, gue juga mengajak dia untuk bikin clothing line. Dalam darah afriza mengalir darah-darah artist, jadi dia jago ngegambar juga. Tugas akhir pelajaran Kesenian di SMA juga gue buat sama dia. Nih :




Bareng afriza, gue nyoba banyak hal termasuk bikin short film. Lebih mirip dengan video anak-anak SMA yang lagi stress sih. Tapi ga apa-apa, anggap aja pengalaman.
Afriza juga salah satu pendiri JCC (Jogging Cool Club). What the.. ? Oke, aneh emang namanya. Tapi nanti gue jelasin.

7. Adytia Gumelar

Adit, begitu sebutannya. Manusia paling ribut dan gokil di abad ini. Gue kenal dia dari SMP, bisa dibilang lebih dari setengah dekade gue mengenal wajahnya. Gue tidak bisa menggambarkan makhluk seperti apakah Adit ini. Sungguh, gue ga mampu.
Intinya, menjauhlah kalau lo ketemu orang ini, menjauhlah anak muda. Dia bisa menyerang lo dengan zat asam yang keluar dari keteknya. Dia adalah aktor utama di setiap short film yang kami buat. Kebayang kan seperti apa jadinya short film yang dibintangi oleh manusia dengan ketek yang beracun? Gue ga akan bagi link youtubenya, dan gue sarankan, jangan ditonton. (Tapi kalau lo maksa, pm gue aja. ehm).
Bersama Afriza, adit juga menjadi pendiri JCC dan sekaligus menjadi 'coach'-nya. Haha. Dia juga jago main basket. Belakangan ini gue menarik kesimpulan bahwa mungkin keterampilannya dalam bermain basket, ada hubungannya dengan serial anime Kuroko no Basuke yang dia tonton. Iya, dia (mungkin) melatih skillnya setiap hari dengan meniru adegan-adegan di anime itu. Makanya ga aneh, waktu main basket dia sering bergaya dan berbicara ala tokoh-tokoh di anime tersebut. "Hajimemashite, watashi wa Adit desu, douzo yoroshiku!",  (Bahasa Indonesia : Perkenalkan, saya adalah Adit. Senang berkenalan dengan Anda), begitu lah kira-kira apa yang dia katakan dengan semangat yang bergelora sambil men-shoot bola, (mungkin di kepala Adit, artinya akan menjadi : Rasakan Shoot Rajawali milik gue(Adit) ini!). Sering juga dia bilang "Itadakimasu!" sambil men-dribble bola, seakan-akan hendak menyantap bola basket bulat-bulat. Ajaib, ga ada nyambung-nyambungnya sama sekali memang. Mungkin sekarang lo akan bertanya-tanya, "Apa benar di dunia ini hidup manusia semacam itu?", Ya kali..
Oke, lupakan Adit, anggap aja Adit hanya ilusi.. ini saatnya gue ceritain JCC. JCC (Jogging Cool Club) ini muncul karena hobby kami buat jogging tiap hari minggu pagi mengelilingi kampus IPB. Bosan dengan hanya jogging, kami kemudian bermain basket secara terus menerus dan tanpa henti setiap selesai berjogging. Gue ngerasa gue sangat kuat waktu itu.. karena bareng mereka, gue berolahraga rutin hampir 5 jam sehari, setiap hari minggu. 
Dalam perjalanannya, JCC sudah banyak bertanding dadakan dengan tim-tim yang mereka jumpai di lapangan basket. Mereka pernah menang, secara sangat mengejutkan sebanyak satu kali. Mendapatkan hasil seri dengan beberapa tim dengan penuh keberuntungan, dan sudah selayaknya untuk kalah secara terus menerus, sampai kemudian mereka bubar karena tidak tahan dengan kekalahan beruntun yang mereka derita. Ehm, oke. Ga usah dilanjut cerita tentang JCC.

8. Diki Ismawan

Ini dia, makhluk yang rela berkorban buat perusahaan. CFO (Chief Financial Officer)-nya Paper Pepper... gue, Afriza, dan Farin menganugerahkan gelar itu, demi kepentingan bersama. Biar dia terus mengalirkan uang ke 'perusahaan' kami. Huahaha.
Tapi diki ini orangnya emang baik, gue ga tega ceritain kocaknya dia. Kenapa gue sangat bersimpati? karena orang-orang banyak yang nge-bully diki demi mendapatkan kesenangan. Sungguh kasihan. Tapi sekarang, gue liat dia upload foto-foto di Instagram dan Fb. Dia udah dapet banyak temen ternyata.. :D Alhamdulillah.
Gue sangat inget kalau dia terpaksa jadi first-buyer di clothing line gue dan kawan-kawan. Waktu itu gue menawarkan ke diki, dan ajaibnya dia mau aja beli, dengan syarat design dia yang atur. Oke, enak sekali pemirsa. Setelah sepakat dengan harga baju tersebut,  gue, Afriza, dan Farin kebingungan karena bener-bener ga tau gimana caranya bikin baju. Bego banget kan gue, nawarin barang yang ga bisa gue bikin/dapetin. 
Tapi setelah bersusah payah, terwujudlah baju pertama Paper Pepper, selesai sudah baju sakti pesanan Diki yang sangat-lama jadinya itu. Tapi dia cukup puas, katanya. Wow, bersejarah sekali. Dari situ akhirnya kami sedikit demi sedikit menyusun singgasana Paper Pepper, walaupun akhirnya... kembali belum berhasil. Karena kita terpaksa harus berpisah untuk menggapai impian masing-masing.

Nah, itu dia beberapa orang yang sangat deket sama gue di SMA. Sebenernya temen gue bukan cuma mereka, terlalu banyak orang baik yang gue kenal dan terlalu banyak buat diceritain di sini #tsah.
Karena mereka, gue ngerasain perasaan yang gue sebut 'Asiknya SMA'.
Ada yang punya temen baik juga di SMA? yok monggo dishare di kolom komentar.
Cukup sekian postingan kali ini, Terimakasih!

Note : Cerita tentang Adit berbicara bahasa jepang, adalah Rekayasa.

Jangan Kuliah!


Di malam ini, gue yakin anak-anak SMA yang daftar SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) lagi ada dipuncak kegalauannya. Kenapa? Karena besok adalah salah satu hari yang (gue jamin) bakal lo inget seumur hidup. Saran gue sih, berdoa aja, mudah-mudahan itu rezeki lo. Dan buat yang belum keterima, lo bisa berjuang lagi di SBMPTN. Selamat berjuang, anak muda! #Hormat
Tiba-tiba gue jadi pengen ngomongin kuliah. Pandangan setiap orang tentang kuliah pasti beragam. Siapa sih diantara kita yang ga mau kuliah? Pasti ada aja. Gue ga mau menyalahkan pilihan itu, karena setiap orang punya kehendak buat nentuin arah hidupnya. Orang yang memutuskan buat berkuliah punya alasan masing-masing. Ada yang mau cari cewek, ada yang mau cari hiburan, ada yang mau cari temen, ada yang cuma iseng, ada yang nyari temen-iseng, temen-hiburan, cewek-iseng, cewek-hiburan, dan ga jarang bahkan ada yang bener-bener berniat buat cari ilmu… #ProkProk. Tapi sekalian cari cewek, iseng, dan hiburan juga.
Orang yang memutuskan buat ga kuliah juga punya alasan tersendiri. Mulai dari alasan seperti ‘Nanti lulus kuliah juga nyari-nyari kerja juga, sama aja’ sampai ke alasan-alasan yang lainnya. Beberapa bakal gue dukung di post “Jangan Kuliah!” ini.  #HA
Itu semua bergantung kepada sang empunya alasan. Dan banyak banget situasi yang mempengaruhi keputusan lo buat ga kuliah. Setelah melakukan riset, gue dapetin beberapa situasi yang membuat lo jadi ga mau kuliah. Kira-kira apa aja sih situasi-situasi yang membuat orang ga mau kuliah?

1. Ga mau kuliah

Ini situasi dimana seseorang bener-bener ga mau kuliah. Wow, informatif sekali, kawan.
Bombastis.
Oke, Biasanya orang yang ada dalam situasi ‘Ga mau kuliah’ ini, bakal susah buat dirayu. Dia tau kalau kuliah bakal bermanfaat buat dia, tapi hatinya sudah sangat mantap dengan keputusannya. Bahkan sampai kepala desa menyelenggarakan sayembara ‘Bujuk dia kuliah’ pun, dia tetap ga bergeming. Jadi, buat para orangtua, tetangga, supir, tukang kebun dan teman-teman yang mencoba membujuknya untuk berkuliah, bersabarlah. Orang ini seratus persen gue dukung. Sumpah, beneran, jangan kuliah!
Jangan kuliah kalau lo ga mau kuliah. Karena sesuatu yang lo paksakan, ga baik juga.

2. Ga suka jurusan

Lo udah niat mau kuliah, tapi keterima di jurusan yang sama sekali ga lo ketahui. Apalagi yang ga lo senangi. Misal lo keterima di jurusan Teknik Pengendalian Ketombe, padahal lo ga seneng di situ. Ini sering terjadi, saudara-saudara. Ini sering terjadi. Di SNMPTN, banyak banget orang yang kelempar ke sana-ke mari, terombang-ambing, hilang arah, dan membutuhkan jabatan tangan kita. Karena diterima di jurusan yang ga dia senangi. Salah sendiri sih, saat kita dikasih kesempatan yang enak, harusnya kita pilih dengan bijak. Pilih jurusan yang lo sukai, begitupun untuk pilihan ke-dua dan ke-tiga. Jadi mau diterima di pilihan ke berapa pun, lo tetep menikmati kuliah. Terus gimana kalau udah terlanjur? Saran gue sih, Jangan Kuliah!
Jangan kuliah di tempat yang ga lo sukai, pernah denger kalimat semacam ‘Apa yang lo suka, belum tentu baik, Apa yang lo ga suka, belom tentu ga baik buat lo’. Oke, terus kenapa banyak banget orang yang bela-belain pindah dari satu jurusan ke jurusan lain? Atau dari fakultas ke fakultas lain? bahkan ikut SBMPTN(lagi). Kuliah ini bukan cuma masalah ini baik atau ngga baik, tapi proses bagaimana lo menjalaninya #tsaah. Percuma kalau lo ga suka di situ, akhirnya jadi setengah-setengah. Kecuali lo orang yang mau menerima terus mencoba buat suka, kemudian menikmatinya. Tapi kalau kondisi belum membaik, segeralah melambaikan tangan, dan ikut SBMPTN (Sayembara Bersama Mantan Pergi ke Tempat Nongkrong).

3. Takut Sendirian

Saat lo diterima di perguruan tinggi, apalagi yang jauh dari tempat tinggal. Lo pasti bakal jauh dari orangtua. Di sana lo akan dibina oleh alam. Ditemani hewan-hewan liar. Dan seleksi alam akan berlangsung. Apakah lo akan selamat? Kita tunggu kelanjutannya.
Gue sempet ngalamin susahnya jauh dari orangtua, bahkan sampe sekarang, gue sangat kesusahan. Yang paling susah menurut gue adalah mengatur waktu, biasanya gue diingetin dan dipantau sama orangtua. Sekarang diingetin tapi ga terpantau. Liar lah gue…
Gue juga mengalami masalah dalam mengatur pengeluaran(uang). Gue masih inget ketika mau minta duit ke orangtua, gue harus push-up 100 seri dan mecahin batu pake gigi. Ya kali. Intinya, dulu pengeluaran gue masih sedikit diatur sama orangtua, dan terkontrol dengan apik. Tapi sekarang, gue bebas, sampai terlalu gegabah membelanjakan uang. Astaghfirullah.
Kesusahan-kesusahan semacam itu membuat beberapa orang jadi enggan buat kuliah. Intinya sih, takut sendirian. Sampe lo bener-bener berniat buat ga takut sendirian, dan mau menerima resiko jauh dari orang tua, gue saranin, Jangan (dulu) kuliah!
Yang ada kalau lo tetep nekat pergi kuliah, 5-6 hari lo udah mulai stress sendiri karena ketakutan.

4. Ga Mau Susah

Hebat sekali orang semacam ini, bung. Belum merasakan seperti apa itu kuliah, dia udah tau kalau kuliah itu susah. :D Oke, orang dengan kondisi semacam ini, biasanya tau kalau ‘kuliah itu susah’ dari informasi yang dia dapatkan. Bisa lewat cerita orang-orang yang udah pernah merasakan kejamnya dunia perkuliahan, bisa juga lewat internet, atau bahkan informasi dari agen-agen rahasia yang dia sebar merata ke setiap kampus di seluruh Dunia. Iya, seluruh dunia. Demi mendapatkan informasi ‘Apakah kuliah susah’.
Saran gue, Jangan (dulu) Kuliah!
Hmm, ngga gitu juga sih. Saran gue, buat yang satu ini.. coba lo pikirin lagi deh, emang ga kuliah, hidup lo jadi ga susah ya?. He he. Oke, lanjut…

5. Mau Langsung Kerja

Banyak banget orang yang setelah lulus SMA/STM/SMK/sederajat pengen langsung kerja. Alasannya beragam. Ada yang pengen langsung ‘bahagiain orang tua’, pengen ‘ngasih gaji pertama ke orang tua, cepet-cepet’, sungguh mulia.
Gue ga menyalahkan keputusan lo buat langsung cari kerja, dan gue bakal setuju sekali, jangan kuliah!
Jangan kuliah kalau lo mau cepet-cepet kerja..
Anyway, sebenernya lo bisa kerja sambil kuliah sih, dan setelah lulus kesempatan dan peluang buat kerja juga jadi lebih besar. Ehm.

6. Pengen (langsung) Nikah

Wohoo. Siapa coba yang ga mau nikah? Gue rasa semua orang punya naluri yang sama, ingin dicintai dan mencintai #tsaah. Biasanya, situasi ‘pengen (langsung) nikah’ ini banyak diderita oleh kaum hawa. Iya, perempuan. Oke, fine. Kalau gitu, jangan kuliah!
Jangan kuliah (dulu) kalau lo pengen (langsung) nikah. Tapi kalau setelah nikah lo mau kuliah, monggo..


Nah, itulah beberapa situasi dan alasan yang membuat orang ga mau kuliah. Sesuai janji gue sebelumnya, gue dukung. :D
Tapi, alangkah bijaknya kalau kita memutuskan sesuatu secara beralasan. Menurut gue, dengan berkuliah, kita dapat membuka kesempatan-kesempatan baru yang ga bisa kita dapet kalau kita ga kuliah. Kesempatan seperti apa? Misalnya, relasi. Di tempat kuliah kita bakal ketemu sama banyak orang. Di sana kita bisa menjalin pertemanan sampai ke mitra kerja. Bukan berarti ga punya relasi kalau ga kuliah, lo tetep bisa dapet relasi kok.
Kesempatan yang lainnya adalah, kompetisi. Kita semua tahu, kompetisi yang sehat membuat kita menjadi semakin baik. Kita menjadi bersemangat untuk memperbaiki diri. Di perguruan tinggi, kita dilatih buat berkompetisi, juga memanfaatkan waktu sebaik mungkin.
Jadi, buat lo yang udah memutuskan buat ga kuliah. Itu sudah keputusanmu, kapten! Dan buat yang sudah yakin akan berkuliah. Udah sangat mantap, dan mau menerima semua resikonya… Welcome to the jungle! :D

Kenapa gue bakal kangen sama asrama? (Bagian 2)



Percaya atau ngga, saat lo akan berpindah dari sesuatu, baik itu tempat tinggal, pindah sekolah, pindah kerja atau pindah ke lain hati, akan ada suatu perasaan yang muncul. Entah itu rasa bahagia, terharu, atau bahkan sedih. Moment-moment ketika lo ada di tempat itu, bersama orang-orang disana, ketawa bareng, dan banyak hal lainnya, mungkin akan lo kangenin suatu saat nanti.
Bulan Mei ini udah masuk periode terakhir kegiatan akademik di kampus buat semester ini. Itu tandanya, sebentar lagi gue akan masuk semester 3. Yahoo! :D tapi, ada beberapa hal yang mengganjal di hati gue.
Di akhir semester ini akhirnya gue ngerasain capeknya pindahan. Ga kerasa ternyata selama setahun ini banyak banget barang yang gue timbun di bawah kasur. Semuanya terlihat rapi dan baik-baik saja sampai akhirnya gue geser tempat gue tidur itu. Ruang kosong di bawah tempat tidur seakan memberikan gue keleluasaan buat menyimpan barang apapun di bawahnya. Mulai dari buku-buku sampai kaos kaki. Untung gue masih waras karena ga menaruh barang orang lain untuk gue sembunyikan dan dengan seenaknya gue akui sebagai milik sendiri.
Gue ngerasa pindahan ini jadi hal yang seru tapi bikin capek, karena gue mau ga mau harus ngebersihin tempat gue. Padahal udah setahunan ini, jarang banget dibersihin. Kamar yang tadinya luluh lantak karena kebrutalan sang penghuni, yang sembarangan naro berbagai macam benda, sekarang udah ‘lumayan’ bersih. Anyway, diantara gue dan kedua penghuni kamar lainnya, bisa dibilang gue bukan yang paling rapi. Gue seakan-akan jadi penghalang temen-temen gue dalam mencapai title ‘Kamar Terbersih’. :D #YaudahlahYa
Tapi, seberantakan apapun kamar ini, gue tetap ngerasa nyaman dan selalu balik lagi ke sini kalau semua kegiatan di kampus udah selesai. Banyak banget yang gue lakukan di sini, ga sebatas cuma jadi tempat istirahat aja. Dan beberapa diantaranya mungkin ga bisa gue lakukan atau rasakan lagi di kostan nanti.
Setelah sebelumnya gue bahas sedikit kehidupan barengteman-teman di asrama. Di postingan kali ini, akan gue lanjutkan dengan beberapa hal yang bakal gue kangenin dari Asrama.

1.     Apel Pagi

Ngga, gue bukan orang yang selalu-sangat-antusias mengikuti kegiatan yang satu ini. Ini kegiatan paling annoying di minggu pagi, menurut gue. Gimana ngga? Saat gue pengen tidur lagi, gue dibangunin buat ikut apel. Gue belum mandi, temen-temen juga belum mandi. Kebayang kan aroma seperti apa yang mengudara di sekitar lapangan tempat kami berkumpul? Konon, tiap minggu pagi itu, warga sekitar pun mengungsi karena ga tahan tutup hidung lama-lama. Itu semua demi kesehatan paru-paru mereka. Tapi, setelah dipikir-pikir, manfaat apel banyak juga. Selain kaya akan vitamin C Kita dituntut untuk disiplin, dan di apel pagi ini biasanya ada sedikit wejangan yang lumayan buat didengerin.

2.     Senam Pagi

Ini dia kegiatan rutin kami setelah apel pagi. Gue agak males sih, karena gue akan mendengar musik aneh di senam pagi ini. Selain musiknya yang sering ga jelas, temen gue Agus, pun akan mulai berperilaku tidak senonoh ga jelas. Ga jarang, dia akan mengeluarkan gerakan ala Wong Fei-Hung di film Drunken Master. Tahu? Ya, seperti itu! Dia berlaga mabok dan diiringi musik senam.
Berhubung mood udah mulai bagus pasca-dibangunkan-secara-paksa-buat-ikut-apel-pagi-pagi. Gue memaksakan diri untuk menganggap kegiatan ini 'seru'.
Setelah senam pagi ini, biasanya gue ngobrol kemudian di lanjut dengan berburu sarapan bareng temen-temen. Karena hampir semua penghuni ikut apel+senam, senam pagi pun bisa dijadikan sebagai ajang penagihan hutang massal, karena penghuni yang biasanya menghilang, terkadang muncul disaat-saat senam pagi. Jadi buat yang suka ngutang, jangan ikut apel dan senam pagi, ya!

3.     Belajar bareng

Sebenernya gue bukan tipe orang yang belajarnya harus bareng-bareng sih, kadang belajar bareng-bareng juga bikin gue tambah ga ngerti, karena selalu di-delay obrolan atau semacamnya. Tapi enak juga ternyata, karena gue bisa tanya-tanya sama temen yang jago. Dari belajar bareng juga gue jadi tau kalau bukan cuma gue yang ga ngerti. Seakan-akan ada orang yang bilang ke gue seketika : “Lo ga sendirian feb, mereka pun ga ngerti.” #HA



Beban pun seakan ‘ga kerasa’ karena sama-sama belum siap buat ikut ujian besok harinya. #GaNgertiRameRame
Tapi, dari sekian banyak percobaan belajar bareng yang gue dan temen-temen terapkan, emang belajar bareng tuh bermanfaat banget kalau dilakukan dengan benar. Kita jadi bisa meluruskan pemahaman kita satu sama lain tentang suatu materi. Dan biasanya, ada aja bercandaan yang lumayan buat ngilangin stress.

4.     Konseling

Konseling ini normalnya dilakukan rutin dua minggu sekali. Kalau sedang tidak normal, maka tidak ada konseling #yes. Ini kegiatan yang gue suka. Kami semua bisa curhat-curhat tentang masalah yang sedang dialami. Sebentar, perlu gue luruskan. Curhat di sini bukan curhat sambil nangis-nangis gitu ya, Jijik!
Curhat yang biasa kita bahas biasanya  masalah akademik, ataupun masalah lain yang menurut kita pantes buat di-share. Gue dan sekian-belas orang lainnya dibimbing sama seorang tutor dari awal masuk ke tempat ini. Nah, di konseling ini sang tutor lah yang jadi tempat kami curhat. Temen-temen yang hadir juga bisa banget bantu ngasih pendapat tentang masalahnya.
Tutor juga biasanya ngasih materi dan motivasi-motivasi. Berhubung tutor gue asik, konseling pun jadi seru. Gue juga seneng karena tiap dua mingguan, sekelompok bisa kumpul bareng. Walaupun kadang ga semua bisa hadir.

5.     Nonton bareng

Kalau besoknya ga ada ujian atau lagi ga mood buat belajar, nonton bareng emang paling pas buat dilaksanakan. Biasanya, gue sama temen-temen nonton anime atau film bajakan apapun yang baru rilis dan kebetulan udah ada yang download #HA. Kadang gue jadi lupa waktu (seringnya lupa diri), dan beberapa kali pernah namatin satu season anime dalam satu hari. Kami juga biasanya nonton kalau udah beres ujian. Sebelum ujian gue dan temen-temen buat planning buat kumpul di mana kalau ujian udah beres. Abis itu pulang bareng, dan ketika sampai asrama, langsung nonton. Seketika gue lupa betapa tersiksanya gue ketika pagi ngisi soal-soal ujian. :D

6.     Main Game Bareng

Selain nonton bareng, kegiatan yang satu ini juga merupakan kegiatan ‘wajib’ setelah ujian ataupun saat senggang. Di asrama ini cukup lo buka game yang mau dimainin, dan ajak temen sekamar buat main. Lalu berteriaklah, sok asik dan sok rame. Gak lama, pasti makhluk-makhluk dari kamar lain akan bermunculan dan ikutan main. Iya, itu serunya, kita bisa rame-ramean, teriak-teriakan sepuas hati dan serasa lepas dari beban.. untuk sementara.

7.     Teman-teman

Dari tadi gue cuma nyebutin hal-hal berupa kegiatan  yang bakal gue kangenin. Tapi sekarang, hal ini bukan kegiatan-kegiatan. Justru, inilah yang bikin semua kegiatan tadi jadi seru. Saat gue sendiri melakukan sesuatu, kadang gue bisa cepet jenuh. Tapi dengan adanya temen-temen di asrama ini, semua terasa asik aja. Walaupun kadang gue juga perlu waktu buat sendiri.
Tapi ada aja kegiatan yang ga bisa kita lakukan sendiri, dan disitulah peran teman-teman buat gue. Saat gue ga ngerti tentang sesuatu, dan diantara mereka ada yang ngerti, gue bisa tanya dan mereka bisa jelasin. Waktu gue ga ada duit dan mau pinjem, dengan terpaksa mereka mau pinjemin. Waktu gue salah dan gue ga nyadar, temen-temen juga bisa ngingetin. Mereka semua bisa jadi teman, guru, tempat ngutang, dan tempat curhat sekaligus di waktu yang bersamaan.



Kira-kira itu lah beberapa hal yang bakal bikin gue kangen sama Asrama. Banyak banget pelajaran yang bisa gue ambil dari segala macam kegiatan dan orang-orang yang ada di Asrama ini. Mulai dari semangat mereka, perspektif, sampai ambisi-ambisi mereka. Gue juga jadi semakin percaya, pembelajaran ga cuma bisa kita dapet dari sekolah ataupun kuliah. Tapi juga dari kegiatan sehari-hari dan dari orang-orang yang ada di sekitar kita. Inilah sekolah kehidupan, yang lebih luas dan menantang! #HA
Sekitar tiga tahun kedepan, gue akan tinggal sendiri di kostan. Kalaupun ada beberapa hal yang ga mungkin gue ulang, seenggaknya gue bisa kumpul bareng temen-temen lagi suatu saat nanti. Main PES bareng lagi.. dan nonton bareng lagi..

Note : Kenapa gue bakal kangen sama asrama Bagian 1